Sholat Di Angkasa Luar November 21, 2008
Posted by kangfais in Kajian.trackback
Kemajuan peradaban manusia akan memberikan kondisi yang semakin mengglobal, dan bahkan universal. jika fiqih ibadah kita disusun berdasar pengalaman lokal belaka, sungguh amat membingungkan dan menuai problem di wilayah tertentu dan masa depan.
Sebagai contoh yang mudah ketika ada orang yang pergi ke angkasa luar dan di menetap di angkasa selama berbulan-bulan, lalu bagaiman sholatnya? apakah ada sholat subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’? kan disana tidak terjadi matahari terbit, istiwa’, maupun matahari terbenam, bahkan setiap hari matahari selalu kelihatan. ato mungkin yang namanya “hari” malah tidak ada.
Dari permasalahan tersebut, memang betul adanya. tetapi ingat kalau yang namanya waktu dimana-mana tetap ada dan tidak akan berhent, sebelum kiaat datang. namanya waktu universal “The universal Time”.
Dengan adanya waktu tersebut manusia tidak akan kesulitan, karena sungguh allah tidak membebani suatu kaum kecuali sesuai dengan kemampuannya. maka patokannya adalah dengan melihat waktu universal yaitu dalam satu hari satu malam ada 24 jam.
jika ibadah puasa, rosulullah melakukannya selama 12-14 jam. jika sholat, rosulullah membaginya dalam interval waktu Subuh ke Dzuhur 7-8 jam, antara Dzuhur ke ashar 3-4 jam, antara Ashar ke Maghrib 2-3 jam, antara Maghrib ke Isya’ 1 jam, dan antara isya’ dan Subuh 8-9 jam. Diantara itu bisa dilakukan sholat Tahajud setelah tidur beberapa jam.
Cara ini, insya Allah dapat dilakukan dimanapun dan di bumi sebelah manapun jua, di musim dingin, musim panas, musim semi, dll.
Wallahua’lam



mas, 24jam sehari itu memang pasti ya? dah ada di al-quran atau al hadis? bagaimana bila di luar sana da bentuk waktu yang lain seperti sehari tujuh jam gitru? tapim bagus juga kalo kita pergi-pergi ke kutub gitu?
tanay duNK? kalo kita pergi ke negara lain yang berbeda waktunya gimana? contohnya kita pergi dari magelang jam 4 sore, kan sudah asar. dan kita pergi ke suatu tempat dean pada tibanya di sana masih jam tiga sore nah gimana dunK kita shalat lagi atau gimanaA? terus kalo sebaliknya? di magelang belum ashar eh kita tiba di tempat itu sudah magrib atau bahkan isyak? shalatnya gimana? tinmgal shalat aja gitu?