jump to navigation

Al-Qur’an Syifa’ Desember 25, 2008

Posted by kangfais in Mentoring.
Tags:
5 comments

Qita mungkin percaya kalau al-Qur’an adalah sebagai syifa’ atau obat/penyembuh. tapi apakan kita sudah bener-bener percaya akan hal itu, toh kalau kita sakit kita bukan malah mbaca al-Qur’an tetapi berobat, pergi kedokter bahkan ada yang pergi ke dukun.
mari kita mencoba membuktikan mu’jizat al-Qur’an yang sampai saat ini masih ada, salah satu caranya dengan membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah betul-betul obat yang mujarab bagi kita.
Cobalah ketika kita sakit, baik pusing, sakitperut, sakit hati, dan yang lainnya, kita mencoba mengobatinya dengan membaca AL-Qur’an. Bacalah satu juz, 2 juz dan beberapa juz. insaya Allah dengan idzin-Nya sakit kita akan terobati perlahan-lahan.
Wallahua’lam

Menghafal Al-Qur’an Desember 22, 2008

Posted by kangfais in Kajian.
2 comments

LANGKAH – LANGKAH ATAU METODA MENGHAFAL AL-QURAN

I. Menghafal nama – nama Surah dengan metoda cerita. Metoda yang penulis buat ini sebenarnya terinspirasi dari metoda Quantum Learning melalui pelatihan yang telah diikuti. Prinsipnya bagaimana belajar itu mudah dan menyenangkan. Dan tidak ada salahnya
kita gunakan dalam proses mengenal Al-Qur’an dari sisi-sisi tertentu.
Salah satunya adalah menghafal nama – nama surah dalam Al-Qur’an. Mulai saat ini anda diajak untuk mengenal nama-nama surah dalam Al-Qur’an. Anda akan dibawa keluar dari zona nyaman menuju satu pengalaman baru yang mengasyikkan. Membuat anda sadar dan melek dari mitos – mitos yang menyesatkan tentang ghuluw atau bahkan ekstrim yang terlalu jauh menyimpang dalam mensikapi keutamaan Al-Qur’an. Al-Qur’an dianggap sebagai suatu yang mistik. Padahal sebenarnya Al-Qur’an itu mu’jizat. Al-Qur’an memiliki hayawiyyah atau dinamis penuh makna. Dan metoda berikut ini merupakan salah satu pensikapan dinamis dan unik. Bisa dinikmati manfaatnya bagi setiap muslim yang ingin lebih akrab bermu’ayasyah ma’l qur’an dari sisi nama-nama surahnya yang berjumlah 114 surah. Karena itu cobalah metoda ini;

a. Cara menghafal.

Dalam metoda cerita ini pendekatannya melalui arti atau terjemah dari nama surah yang berbahasa Arab. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bukan kebenaran ceritanya tetapi bagaimana anda bisa menghafal dan mengingat nama – nama surah dalam Al-Qur’an dengan mudah, karena cerita ini bersifat imajinatif bukan hakiki. Cerita berikut dibuat bersifat penggalan – penggalan (per sepuluh surah kecuali surah yang ke-91 – 99 dan ke-100 sampai terakhir). Hal ini akan membantu anda mempermudah dalam menghafal dan mengingat
kembali nama – nama Surah dalam Al-Qur’an. Ingat yang dihafal bukan
ceritanya tetapi alur cerita nama – nama surah Al-Qur’an (dalam terjemah) yang tertulis dengan huruf tebal dan kapital. Seperti; PEMBUKAAN, SAPI BETINA dan seterusnya.

Praktisnya adalah sebagai berikut;

1. Bacalah cerita tersebut (misalnya cerita I; 1-10) sambil tersenyum.

2. Boleh dibaca dalam hati atau dengan suara. Perhatikan pada kata-kata bercetak tebal dan berikan tekanan bunyi yang berbeda dari kata yang tidak bercetak tebal.

3. Bayangkan anda sendiri sedang manjadi pelaku atau terlibat langsung dalam alur cerita tersebut. Kalau bisa sambil membayangkan dan gerakkan anggota tubuh anda sebagai bentuk kreasi dari imajinasi anda.

4. Tulis ulang kata – kata yang bercetak tebal sesuai yang anda ingat saja, lalu cocokkan dan urutkan sesuai urutannya.

5. Setelah anda berhasil menulis ulang kata – kata yang bercetak tebal, dengan melihat kata-kata tersebut cobalah anda mengulang(mengingat ) kembali alur ceritanya tanpa harus sama persis.

6. Berikutnya anda melihat grafik kata – kata yang bercetak tebal dan bacalah dalam bahasa Arabnya. Ingat jangan dihafal terlebih dahulu teks arab yang ditulis dengan huruf latin tersebut (hal tersebut akan dibahasa tersendiri).

b. Cara Mengingat ulang

Bila anda lupa dengan nama surah tertentu, misalnya saja anda lupa dengan nama Surah ke-13, maka langsung saja anda mengingat -ingat alur cerita tersebut. Dimulai dari urutan surah yang ke-11 yaitu HUD. Maka anda akan teringat bahwa HUD dan YUSUF disambar PETIR. Secara otomatis dalam hitungan menit atau bahkan detik, anda akan dengan cepat mengingatnya kembali bahwa surat yang ke-13 adalah Surah PETIR (yang Bahasa Arabnya AR RA’D). Menyenangkan bukan? Selamat mencoba dan menikmati. Semoga anda benar – benar puas.

c. Tekhnis Menghafal

Berikut ini teknis dan cara menghafal nama – nama surah dengan metoda cerita yang dibagi dalam 11 bagian (cerita) agar memudahkan kita dalam penguasaan maksimal dan cepat.

Cerita I; (Surah 1 – 10)

Aku membaca Al-Qur’an dimulai dengan PEMBUKAAN. Kebetulan waktu itu tetanggaku sedang memotong SAPI BETINA untuk KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Ia lapar makan HIDANGAN, sisanya ia berikan untuk BINATANG TERNAK yang berkandang di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, di sana dibagikan HARTA RAMPASAN PERANG yang dilakukan estela TAUBAT seperti taubatnya YUNUS.

NO KRONOLOGI CERITA

1. PEMBUKAAN – AL-FATIHAH

2. SAPI BETINA – AL-BAQOROH

3. KELUARGA IMRAN – ALI IMRON

4. AN NISA (WANITA) – AN NISA

5. HIDANGAN – AL MAIDAH

6. BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM

7. TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF

8. HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL

9. TAUBAT – AT TAUBAH

10. YUNUS –YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD dan YUSUF disambar PETIR sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR tempat dimana LEBAH memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA tempat bersembunyinya MARYAM dan TOHA.

NO KRONOLOGI CERITA

11. HUD – HUD

12. YUSUF-YUSUF

13. PETIR – AR RA’D

14. IBRAHIM –IBRAHIM

15. PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR

16. LEBAH – AN NAHL

17. PERJALANAN MALAM – AL ISRO

18. GUA – AL KAHFI

19. MARYAM – MARYAM

20. TOHA – TOHA

Cerita III; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN berpakain putih-putih sehingga laksana CAHAYA yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL seperti ceritanya PARA PENYAIR tentang SEMUT dalam buku KISAH -KISAH dan juga tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO KRONOLOGI CERITA

21. PARA NABI – AL ANBIYA

22. HAJI – AL HAJJ

23. ORANG – ORANG BERIMAN-AL MU’MINUN

24. CAHAYA – AN NUR

25. PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL – AL FURQON

26. PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO

27. SEMUT-AN NAML

28. KISAH-KISAH – AL QOSHOSH

29. LABA-LABA – AL ‘ANKABUT

30. BANGSA ROMAWI – AR RUM

Cerita IV; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD di kaki GOLONGAN YANG BERSEKUTU dengan KAUM SABA’ yang tidak beriman kepada Yang Maha PENCIPTA. Sementara itu YASIN menyiapkan orang YANG BERSHAF-SHAF membentuk huruf SHOD dengan ROMBONGAN – ROMBONGAN untuk memohon kepada YANG PENGAMPUN dari kesalahan.

NO KRONOLOGI CERITA

31. LUKMAN – LUQMAN

32. SUJUD – AS SAJDAH

33. GOLONGAN YANG BERSEKUTU – AL AHZAB

34. KAUM SABA’ – SABA’

35. PENCIPTA – FATHIR

36. YASIN – YASIN

37. YANG BERSHAF-SHAF – ASH SHOOFFAT

38. SHOD – SHOD

39. ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ ZUMAR

40. YANG PENGAMPUN – GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 – 50)

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu tentang hukum PERHIASAN bukan tentang KABUT membawa orang YANG BERLUTUT di BUKIT – BUKIT PASIR, saat MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN ditandai dengan KAMAR – KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO KRONOLOGI CERITA

41. YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT

42. MUSYAWARAH – ASY SYURA

43. PERHIASAN – AZ ZUKHRUF

44. KABUT – AD DUKHAN

45. YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH

46. BUKIT-BUKIT PASIR – AL AHQOF

47. MUHAMMAD – MUHAMMAD

48. KEMENANGAN – AL FATH

49. KAMAR-KAMAR – AL HUJURAT

50. QOF – QOF

Cerita VI; (Surah 51 – 60)

ANGIN YANG MENERBANGKAN menghembus ke BUKIT saat BINTANG dan BULAN bersinar sebagai bukti kuasa YANG MAHA PEMURAH yang akan mendatangkan HARI KIAMAT menghancurkan BESI pada saat WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN sebagaimana menimpa PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO KRONOLOGI CERITA

51. ANGIN YANG MENERBANGKAN – ADZ DZARIYAT

52. BUKIT – ATH THUR

53. BINTANG – AN NAJM

54. BULAN – AL QOMAR

55. YANG MAHA PEMURAH – AR RAHMAN

56. HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH

57. BESI – AL HADID

58. WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN – AL MUJADILAH

59. PENGUSIRAN – AL HASYR

60. PEREMPUAN YANG DIUJI – AL MUMTAHANAH

Cerita VII; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK saat HARI DITAMPAKAN KESALAHAN – KESALAHAN orang yang suka TALAK dalam pernikahan dan Allah MENGHARAMKAN pelimpahan KERAJAAN secara tertulis dengan PENA pada HARI KIAMAT yang tidak ada lagi TEMPAT – TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO KRONOLOGI CERITA

61. BARISAN – ASH SHOF

62. HARI JUM’AT – AL JUMU’AH

63. ORANG-ORANG MUNAFIK – AL MUNAFIQUN

64. HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN – AL TAGHOBUN

65. TALAK – ATH THOLAQ

66. MENGHARAMKAN – AT TAHRIM

67. KERAJAAN – AL MULK

68. PENA – AL QOLAM

69. HARI KIAMAT – AL HAAQQAH

70. TEMPAT-TEMPAT NAIK – AL MA ‘ARIJ

Cerita VIII; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN saat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas tidak menyadari datangnya KIAMAT ketika MANUSIA didatangkan MALAIKAT YANG DIUTUS menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian yang dibawa MALAIKAT – MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa sedangkan IA BERMUKA MASAM.

NO KRONOLOGI CERITA

71. NUH – NUH

72. JIN – AL JINN

73. ORANG YANG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL

74. ORANG YANG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR

75. KIAMAT – AL QIYAMAH

76. MANUSIA – AL INSAN

77. MALAIKAT YANG DIUTUS – AL MURSALAT

78. BERITA BESAR – AN NABA’

79. MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT – AN NAZI ‘AT

80. IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

Cerita IX; (Surah 81 – 90)

Gempa MENGGULUNG bumi hingga TERBELAH dan ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH hancur lebur menjadi GUGUSAN BINTANG diantaranya bintang YANG DATANG DI MALAM HARI atas kuasa YANG PALING TINGGI pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO KRONOLOGI CERITA

81. MENGGULUNG – AT TAKWIR

82. TERBELAH – AL INFITHOR

83. ORANG-ORANG YANG CURANG – AL MUTHOFFIFIN

84. TERBELAH – AL INSYIQOQ

85. GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ

86. YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ

87. YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA

88. HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH

89. FAJAR – AL FAJR

90. NEGERI – AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 99)

MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba hingga datang WAKTU DHUHA Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN untuk manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tanpa KEMULIAAN sedikit pun sebagai BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN dunia.

NO KRONOLOGI CERITA

91. MATAHARI – ASY SYAMS

92. MALAM – AL LAIL

93. WAKTU DHUHA – ADH DHUHA

94. MELAPANGKAN – AL INSYIROH

95. BUAH TIN – AT TIN

96. SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ

97. KEMULIAAN – AL QODR

98. BUKTI – AL BAYYINAH

99. KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH

Cerita XI; (Surah 100 – 114)

KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pada HARI KIAMAT tidak lagi untuk BERMEGAH – MEGAHAN pada MASA itu si PENGUMPAT diinjak – injak GAJAH milik SUKU QURAISY tanpa menyisakan BARANG – BARANG YANG BERGUNA sedikit pun, apalagi NI’MAT YANG BANYAK semuanya pergi dari ORANG-ORANG KAFIR tanpa mendapat PERTOLONGAN dari GEJOLAK API yang membakar karena tidak MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH yang sejak WAKTU SUBUH semua MANUSIA telah melaksankannya.

NO KRONOLOGI CERITA

100. KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG – AL ‘ADIYAT

101. HARI KIAMAT – AL QORI ‘AH

102. BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR

103. MASA – AL ‘ASHR

104. PENGUMPAT – AL HUMAZAH

105. GAJAH – AL FIIL

106. SUKU QURAISY – QURAISY

107. BARANG-BARANG YANG BERGUNA – AL MA ‘UN

108. NI’MAT YANG BANYAK – AL KAUTSAR

109. ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN

110. PERTOLONGAN – AN NASHR

111. GEJOLAK API – AL LAHAB

112. MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH – AL IKHLASH

113. WAKTU SUBUH – AL FALAQ

114. MANUSIA – AN NAAS

kutipan

Poligami November 23, 2008

Posted by kangfais in Kajian.
Tags:
10 comments

1. Bagaimana sikap mas Fais sendiri (sebagai laki-laki) tentang poligami?

Jawab:

Sebagai seorang muslim yang insya Allah taat, saya pasti setuju terhadap poligami yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rosulullah saw. Sungguh Allah telah memerintahkan kita untuk menikah dan berpoligami, kalau kita melihat dalam QS. An-Nisa’: 3, disebutkan bahwa;

“……. Nikahilah perempuan-perempuan yang kamu sukai; dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak bisa berlaku adil,maka (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat aniaya (dzolim)

Coba kita amati bersama-sama ayat di atas.

Ayat tersebut diawali dengan kata-kata fankihuu,yang kata tersebut merupakan fi’il amr atau kata perintah. Jadi perintah awal dari ayat tersebut adalah menikahlah dengan perempuan-perempuan yang disukai dua, tiga atau empat, baru dilanjutkan dengan jika takut tidak bisa berbuat adil maka nikahi satu saja. Sehingga pada dasarnya perintah awal menikah yang diberikan pada umat Muhammad adalah berpoligami atau menikah lebih dari satu wanita (yang dibatasi maksimal emapt), dengan ketentuan harus bisa adil, namun jika tidak bisa berbuat adil, pilihlah/nikahilah satu saja.

Perlu dipahami bahwa setiap kali Allah membuat perintah di dalam Al-Qur’an, maka apa yang diperintahkan itu hukumnya menjadi “wajib”, kecuali Rosulullah menjelaskan apa yang diperintahkan tersebut tidak hal yang wajib (sunnah Muakadah). Sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an mengenai Tahajud, shodaqoh, menikah, dll yang kemudia dijelaskan dalam Hadits kalau hal tersebut tidak wajib namun sunnah yang ditekankan. Berbeda dengan perintah sholat lima waktu, zakat,dll.

Jadi sikap saya sebagai seorang laki-laki tentang poligami setuju-setuju saja dan sepakat, namun dengan syarat “harus bisa berbuat adil”, dan jika tidak bisa berlaku adil, ya menikah dengan satu saja. Dan parameter adil ini, sungguh hanya Allah SW dan kaum pria itu sendiri yang tahu. Dan syarat “bisa adil” ini tidak sekedar hanya pengakuan dari mulut laki-laki tersebut, namun ditunjukkan dengan sikap kedewasaan, kematangan fisik, kematangan ekonomi, dan kematangan ruhaniahnya. Dan yang perlu diingat, poligami yang dilakukannya tersebut benar-benar untuk mengharapkan rahmat dan ridho Allah swt, bukan sekedar karena keinginan hawa nafsu yang membara.

Tambah lagi, dengan berpoligami akan menambah kedekatan diri pada Allah bagi suami dan para istrinya. Bagi para suami akan mendapatkan banyak pahala karena mampu bersikap adil, demikian juga bagi para istri akan mendapatkan pahala yang banyak karena mampu bersikap ikhlas. Dan sungguh dari dua sikap ini (adil dan ikhlas), dapat mengantarkan ummat-Nya ke Jannah-Nya yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Wallahua’lam

2. Bagaimana pendapat mas Fais tentang perempuan zaman sekarang yang cenderung menentang poligami?

Jawab:

Perempuan zaman sekarang cenderung mementingkan enaknya di dunia saja, belum melihat nikmatnya di akhirat yang diberikan kepada istri-istri yang sholehah. Wanita zaman sekarang kebanyakan melihat poligami sebagai salah satu bentuk ketidakadilan dan pelampiasan syahwat sang suami. Juga dengan adanya poligami, mereka berpandangan keluarganya akan tambah semrawut (tidak harmonis) dan akan terjadi kesenjangan bahkan ketidakadilan sang suami yang menyebabkan permusuhan antara istri yang satu dan yang lainnya. Sehingga muncul image kalau kebanyakan lelaki itu tidak bisa adil, maka mereka menolak poligami.

Padahal sungguh Allah itu memerintahkan suatu hal, dengan menjadikan hikmah dari hal tersebut, bahkan oleh Allah hal tersebut menjadi solusi yang jitu bagi problema yang ada. Mari kita melihat perbandingan jumlah antara lelaki dan perempuan yang ada di dunia ini. Semua orang akan mengatakan, banyak perempuan daripada laki-laki. Bahkan perbandingan laki-laki dan perempuan itu 1 : 5, bahkan bias lebih.

Coba kalau kita tanya pada perempuan-permpuan yang tidak sepakat dengan poligami; bagaimana menyelesaikan masalah ini, yaitu supaya para wanita itu mempunyai suami semua? Pasti mereka akan bingung dalam menjawabnya, bahkan mungkin mereka akan menjawab; mending tidak bersuami saja daripada dimadu.

Dan Islamlah yang sebagai solusi jitu, yaitu dengan adanya poligami maka masalah tadi akan teratasi dengan baik.

Ada 3 fitrah yang dimili setiap manusia, dan jika fitrah ini tidak terpenuhi maka akan muncul penyimpangan (khususnya menyimpang dari syari’at). Ketiga fitrah manusia itu adalah:

1. Gharizah Tadayyun (naluri mengabdikan diri/menyembah)

2. Gharizah Nau’ (naluri reproduksi/regenerasi/berkembangbiak)

3. Gharizah Baqa’ (naluri eksistensinya)

Khusus yang kedua yaitu Gharizah Nau’ (naluri reproduksi/regenerasi/ berkembangbiak), ini berlaku untuk lelaki dan perempuan, jika naluri/fitrah tersebut dibendung atau tidak terpenuhi, pastilah akan terjadi penyimpangan-penyimpangan. Contoh yang sering kita jumpai adalah kasusnya para Pastur yang dilarang menikah oleh ajarannya, dari situ sebagai manusia yang tidak bisa membendung naluri seksual /reproduksi pasti akan mencari penyimpangan di balik itu. Dan terbukti Suster-Suster mereka yang menjadi korban pemerkosaan atau pelecehan seksual. Sehingga mungkin benar yang dikatakan guru SMA saya dulu, bahwa ditemukan banyak tengkorak bayi di bawah gereja, yang menunjukkan hasil hubungan gelap antara Suster dan Pastur.

Demikian juga seorang wanita, jika fitrah/naluri seksual/reproduksinya dibendung atau terhalangi, maka pasti akan mencari di balik itu, yang tak lain adalah penyimpangan terhadap syari’at. Contoh bentuk penyimpangannya antara laen adalah fenomena homoseksual, juga pelampiasan gairan seksual pada hewan, dll. Ya ini slah satunya karena masalah jumlah lelaki dan perempuan yang berbeda jauh. Saya juga pernah dengar dari seorang kyai bahwa: besok di hari akhir itu, satu laki-laki berbanding 50 perempuan, sehingga tidak semua perempuan mendapatkan jodohnya masing-masing, dan akhirnya perempuan-perempuan yang tidak mendapatkan pasangan itu melampiaskan fitrah/naluri seksualnya kepada hewan yang dekat dengan mereka yaitu anjing. Na’uudzubillah.

Apakah wanita-wanita zaman sekarang akan seperti itu? Semoga dengan adanya solusi dari Allah melalui ta’adud atau poligami ini, hal-hal penyimpangan terhadap syari’at itu tidak terjadi di zaman kita. Wallahua’lam

3. Bagaimana juga pendapat mas Fais tentang masyarakat yang cenderung bersikap sama?

Jawab:

Saya bisa memaklumi kalau masyarakat kita, masih banyak menolak. Karena mereka terdiri dari orang yang sudah paham dengan Islam dan juga ada yang belum paham sekali dengan Islam. Apalagi perbuatan seperti poligami ini, di Indonesia masih belum wajar dan jarang dilakukan. Berbeda dengan di negara-negara Islam seperti Arab, Afganistan, dll.

Makanya, PR kita sekarang adalah bagaimana masyarakat kita bisa memahami Islam secara kaaffah dan tidak parsial. Islam jangan hanya dipahami yang enak-enaknya saja, namun juga perlu dipahami bahwa enak menuruf fersi Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dapat mengantarkan ridho Allahitu seperti apa? Sehingga dengan adanya kegiatan pengajian rutin, seminar-seminar keislaman, dauroh-dauroh keislaman, lama-lama pola pikirnya akan berubah menjadi baik. Dan akhirnya terbentuklah pola piker; “baik tidaknya suatu hal bukan menurut pandangan pribadi, namun baik/tidaknya suatu hal itu menurut pandangan Allah SWT yaitu yang tercantum dalam Al-Qur’an dan As-Sunnahhnya”.

Saran saya bagi para istri dan perempuan-perempuan Indonesia; jadilah istri sholihah yang ta’at pada Allah dan suaminya, dan apabila ada keinginan suami anda untuk berpoligami (yang bertujuan ibadah dan mendekatkan diri pada Allah), maka berpikirlah dewasa dan berlatihlah ikhlas menghadapi masalah tersebut, sunguh pahala yang besar menanti anda di akhirat kelak, dan itu pasti.

Dan juga pesan pada para suami, jikalau anda berkenan poligami, berpikirlah ke dalam dan jangan tergesa-gesa, periksalah niat anda netul-betul; apakah tindakan anda tersebut bener-bener untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah? Atau masihkah ada niatan hanya menuruti hawa nafsu? atau bahkan bertujuan untuk menyakiti istri yang satunya? Kalau niatan para suami dalam berpoligami benar-benar untuk beribadah dan sudah mendapat ijin istriny, maka tindakan ta’adud tersebut bisa dilakukan. Wallahua’lam

4. Apa syarat-syarat dan ketentuan poligami?

Jawab:

Poligami dapat dilakukan jikalau sudah memenuhi syarat:

1. Suami betul-betul mantap bisa berlaku adil terhadap istrinya.

Keadilan disini dibagi dua:

- keadilan dalam masalah-masalah materi seperti nafkah, rumah dan perawatan.

- Keadilan dalam rasa cinta dan suasana hati.

2. Tujuan berpoligami betul-betul untuk beribadah, dan bukan karena motivasi duniawi (karena harta, kecantikan, hawa nafsu, dll).

3. Sudah ada persiapan jasmani (financial)dan persiapan rohani.

4. Istri dari suami tersebut harus sudah ikhlas atau mengijinkan suaminya berpoligami. Demikian juga dari pihak mertua diharapkan juga mengijinkan hal tersebut, supaya ke depannya hubungan silaturrohimnya tetap baik.

5. Apa kekurangan dan efek negatif poligami?

Jawab:

Kalau saya ditanya mengenai kekurangan atau efek dari poligami, sungguh saya akan bingung dalam menjawabnya. Bahkan saya tidak berani menyatakan ada kekurangannya. Karena ini merupakan bentuk ibadah kepada Allah yang insya Allah tidak ada kekurangannya. Sebagaimana perintah sholat. Apakah sholat ada kekurangannya? Tidak kan? Mungkin orang menganggap poligami ada kekurangannya karena melihat akibat-akibat buruk dari poligami tersebut, sehingga tidak terlihat sisi baiknya. Saya mungkin akan menyebutkan efek beberapa efek negative menurut sebagian kaum muslimin. Namun sebelum kesitu, perlu diketahui pada zaman dulu (para sahabatm, tai’in, tabiut tabi’in) atau salafus sholeh melakukan poligami, dan tidak ada akibat yang buruk atau negative dari poligami tersebut. Namaun efek negatif itu muncul masa akhir-akhir ini, karena antara suami dan istri tersebut pemahaman agamanya masih dangkal. Jikalau para suami dan istri itu mempunyai bekal agama yang matang maka bahaya-bahaya dari poligami tersebut tidak akan muncul.

Adapun bahaya poligami yang muncul menurut sebagian kaum muslimin, antara lain: kasus pencurian, perzinaan, kebohongan, pengkhianatan, rasa takut, dan penyelewengan bahkan pembunuhan. Anak membunuh bapaknya, bapak membunuh anaknya, istri membunuh suaminya, suami membunuh istrinya, itulah sebagian bahaya-bahaya yang timbul dari praktek poligami yang dilakukan sebagian kaummuslim di dunia. Wallahua’lam.

Sholat Di Angkasa Luar November 21, 2008

Posted by kangfais in Kajian.
1 comment so far

Kemajuan peradaban manusia akan memberikan kondisi yang semakin mengglobal, dan bahkan universal. jika fiqih ibadah kita disusun berdasar pengalaman lokal belaka, sungguh amat membingungkan dan menuai problem di wilayah tertentu dan masa depan.

Sebagai contoh yang mudah ketika ada orang yang pergi ke angkasa luar dan di menetap di angkasa selama berbulan-bulan, lalu bagaiman sholatnya? apakah ada sholat subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’? kan disana tidak terjadi matahari terbit, istiwa’, maupun matahari terbenam, bahkan setiap hari matahari selalu kelihatan. ato mungkin yang namanya “hari” malah tidak ada.

Dari permasalahan tersebut, memang betul adanya. tetapi ingat kalau yang namanya waktu dimana-mana tetap ada dan tidak akan berhent, sebelum kiaat datang. namanya waktu universal “The universal Time”.

Dengan adanya waktu tersebut manusia tidak akan kesulitan, karena sungguh allah tidak membebani suatu kaum kecuali sesuai dengan kemampuannya. maka patokannya adalah dengan melihat waktu universal yaitu dalam satu hari satu malam ada 24 jam.

jika ibadah puasa, rosulullah melakukannya selama 12-14 jam. jika sholat, rosulullah membaginya dalam interval waktu Subuh ke Dzuhur 7-8 jam, antara Dzuhur ke ashar 3-4 jam, antara Ashar ke Maghrib 2-3 jam, antara Maghrib ke Isya’ 1 jam, dan antara isya’ dan Subuh 8-9 jam. Diantara itu bisa dilakukan sholat Tahajud setelah tidur beberapa jam.

Cara ini, insya Allah dapat dilakukan dimanapun dan di bumi sebelah manapun jua, di musim dingin, musim panas, musim semi, dll.

Wallahua’lam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.